Selasa, 11 November 2014

KISAH HANTU KASTIL TUA (Bag. 1)

   Namaku Revelinna Alvennia. Panggilanku Velinna. Aku tinggal di sebuah kastil tua milik om dan tanteku. Kastil itu sekilas terlihat sangat cantik, tetapi, beberapa orang berkata padaku bahwa ada hantu di kastil itu. Hantu-hantu itu adalah keluarga penghuni kastil pada zaman dahulu yang semuanya meninggal secara tragis. Sang ibu diracun, putri pertamanya ditenggelamkan di sungai, yang kedua didorong dari balkon kastil, dan sang ayah ditembak. Semua kematian tersebut didalangi dan dilakukan oleh seseorang yang katanya adalah leluhurku. Hantu-hantu tersebut akan membunuh setiap keturunan sang pembunuh. Aku tidak percaya hal tersebut karena aku berpikir bahwa hal-hal tersebut hanyalah mitos belaka.  
***  
   Malam ini adalah malam pertamaku tinggal di kastil ini. Aku hanya ditemani para pembantu karena om dan tanteku sedang bepergian ke luar kota untuk waktu yang lama. Aku merasa sulit untuk tidur. Akhirnya, aku memilih untuk tiduran saja diatas kasurku yang empuk. Tiba-tiba, ada seseorang yang mengetuk pintu dan memasuki kamarku. Ia berkata bahwa ia adalah anak pengasuh pribadiku. Ia cantik sekali dan ia sebaya denganku. Ia memakai daster lengan panjang bewarna putih dengan bordir bunga. Aku mengajak ia untuk duduk bersama diatas kasurku.
    "Namaku Shilla. Kamu Velinna, kan?" ucap anak perempuan yang ternyata bernama Shilla.
    "Iya. Kamu sudah lama ya tinggal di kastil ini?" jawabku.
    "Ya. Sejak ibuku menjadi pelayan disini, aku ikut tinggal disini. Kamarku ada di sebelah kiri tangga yang menuju menara sebelah timur," katanya.
   Sebentar, sepertinya aku mengenali wajahnya! Siapa dia?



1 komentar:

  1. Hei, aku baru saja baca blog-mu ini :) Aku cuma lagi blog walking dan tiba-tiba mampir ke blog-mu! Haha... lupakan. Oke, sekarang aku mau memberikan kometarku *jrengg.. jrengg*

    Penjelasan awal tentang kastil hantunya keren bagiku. Kalau terus dikembangkan ini bisa jadi cerita menarik... Dan, oh, satu lagi. Nama panjangnya Velinna agak susah dilafalkan, tapi kedengarannya jarang dan unik, kok. Aku cukup suka.

    BalasHapus